Archive for October, 2005


Untuk segala sesuatu ada waktunya

Untuk segala sesuatu ada waktunya,
untuk apapun di bawah langit ada waktunya.

Ada waktu untuk lahir;
ada waktu untuk meninggal,
ada waktu untuk menanam,
ada waktu untuk mencabut yang ditanam;
ada waktu untuk membunuh,
ada waktu untuk menyembuhkan;
ada waktu untuk merombak,
ada waktu untuk membangun;
ada waktu untuk menangis,
ada waktu untuk tertawa;
ada waktu untuk meratap;
ada waktu untuk menari;
ada waktu untuk membuang batu,
ada waktu untuk mengumpulkan batu;
ada waktu untuk memeluk;
ada waktu untuk menahan diri dari memeluk;
ada waktu untuk mencari;
ada waktu untuk membiarkan rugi;
ada waktu untuk menyimpan,
ada waktu untuk membuang;
ada waktu untuk merobek,
ada waktu untuk menjahit;
ada waktu untuk berdiam diri;
ada waktu untuk berbicara;
ada waktu untuk mengasihi,
ada waktu untuk membenci;
ada waktu untuk perang,
ada waktu untuk damai.

Pengkotbah 3:1-15

Mind Response: Five People You Meet in Heaven

2 weeks ago, dikasih Maya buku,
judulnya "Five People You Meet in Heaven"

Sekilas isinya dari sebuah website sbb :
"Eddie is a grizzled war veteran who feels trapped in a meaningless life of fixing rides at a seaside amusement park. As the park has changed over the years — from the Loop-the-Loop to the Pipeline Plunge — so, too, has Eddie changed, from optimistic youth to embittered old age. His days are a dull routine of work, loneliness, and regret.

Then, on his 83rd birthday, Eddie dies in a tragic accident, trying to save a little girl from a falling cart. With his final breath, he feels two small hands in his — and then nothing. He awakens in the afterlife, where he learns that heaven is not a lush Garden of Eden, but a place where your earthly life is explained to you by five people who were in it. These people may have been loved ones or distant strangers. Yet each of them changed your path forever.

One by one, Eddie’s five people illuminate the unseen connections of his earthly life. As the story builds to its stunning conclusion, Eddie desperately seeks redemption in the still-unknown last act of his life: Was it a heroic success or a devastating failure? The answer, which comes from the most unlikely of sources, is as inspirational as a glimpse of heaven itself."

Sudah dibaca… sebenernya baru sekilas dan cepat2,
tapi sudah berkesan, kesan pertama..:)

Sungguh aneh, 3 org yang ditemui Edi, sang tokoh,
sesaat setelah meninggal adl org2 yg justru semasa hidup Edi
tidak berkaitan/tidak berhubungan secara intens
malah ada yang tidak pernah bertemu sama sekali
bukan siapa-siapa..

Semuanya menjelaskan beberapa hal
yang selama hidup Edi menjadi beban/kekecewaan
kecewa karena cacat kaki akibat perang,
kecewa karena menghabiskan hampir seumur hidupnya
di tempat yang sama, di pasar malam,
kecewa karena hanya menghabiskan beberapa tahun
bersama istrinya tercinta (mati lebih dulu),
kesepian tanpa teman berbagi dll.

Orang2 yang dia temui itu adl. pertama adl manusia biru,
yang pernah menjadi tontonan di pasar malam tempatnya dibesarkan,
Kedua adl. Sang Kapten komandannya di masa ikut perang,
Ketiga adl. Sang Pemilik Gerbang Pasar Malam,
Keempat adl. istrinya, cinta pertamanya,
Terakhir adl. Tala, gadis kecil yg jadi korban perang

Pertemuan dg. manusia biru, hanya sesaat,
bahkan boleh dibilang sekejap tapi fatal,
pertemuan dg. komandan berbulan2,
dg. pemilik gerbang, malah belum pernah ketemu,
dg. istri, hanya beberapa tahun, lalu meninggal lebih dulu,
dg. Tala, malah hanya sekilas bayangan saja
(nggak ketemu face to face)

Sang kapten komandan menjelaskan keterkaitan
dengan cacat kaki yg dia peroleh di masa perang..
Semasa hidupnya Edi hanya merasa kesal, kecewa
pada kekurangannya, cacatnya
tapi dia hampir melupakan apa penyebabnya
padahal, ada harga yg harus orang lain bayar lebih mahal
(kapten yg telah membuatnya cacat
demi menyelamatkannya dari medan perang
di tengah perjalanan misi penyelamatannya
ternyata jadi serpihan karena mengijak ranjau)

Tala, gadis kecil yg dalam ingatan Edi
hanya nampak sebagai bayangan,
seperti asap rokok, tipis, halus, sesaat, musnah..
gadis ini muncul sekelebat saat Edi harus membumihanguskan markas musuhnya
sekelebat bayang yg. memicu naluri Edi menyelamatkannya,
tetapi kondisi perang tidak memungkinkan Edi bertindak sendiri

Aneh memang, waktu mati ketemu orang2
yg bukan keluarga dekat, bukan teman baik,
bukan teman kerja, bukan teman sekolah, bukan tetangga
dan mungkin sepanjang hidupnya, bukan siapa-siapa..

Menurutku hikmahnya, pertama,
sebaiknya sepanjang hidup yg mungkin singkat,
janganlah kita hanya memperhatikan orang2 yg dekat di hati
dan dekat di ingatan kita saja
tetapi perhatikan juga orang2 yg benar2 ada di sekeliling kita
luangkan sedikit waktu, sekelumit, sekejap,
tapi bermakna, berkesan dalam bagi kita dan mereka

Bukan siapa-siapa adl. seperti detail dalam kehidupan,
beware, coz everything has evil in the detail :)

Kedua, klise..
jangan selalu menyesali keadaan yg tidak bisa diubah,
terimalah keadaan, dan carilah atau ciptakanlah sendiri
sedikit kebahagiaan dalam keterbatasan
sebenernya susah senang, hanya kita sendiri kok yg tau,
jangan pedulikan kata orang, krn ‘org’ tidak tau kok
tidak pernah benar2 tau apa yg kita rasakan

Maya told me about wise man said,
we thought we should think out of the box,
coz we actually realised, that we’re trapped in one

**** thank you Maya :)