Archive for May, 2006


bangku taman dan layang-layang (2)

suatu hari, saat menatap langit
ada layang-layang diatas sana
layang-layang itu sebenarnya biasa-biasa saja
warnanya merah jingga

hampir setiap siang, layang-layang itu ada di sana
bangku taman itu sering menatapnya
sinar mentari memantulkan cahaya dari layang-layang itu
seolah tersenyum menatapnya,
dan dia pun membalasnya dengan senyuman

akhirnya hampir tiap hari dia menanti-nanti
saat layang-layang itu ada di langit sana
tak jemu-jemu dia menatap layang-layang itu
warna merah jingganya menurutnya sungguh menawan
kadang dia berkhayal membayangkan tempat-tempat
dimana layang-layang itu terlihat
seolah dia bisa berkunjung ke sana
layang-layang itu telah membuatnya lupa akan penatnya
lupa akan dirinya, sebuah bangku di taman

waktu itu musim hujan hampir tiba,
mentari mulai sering bersembunyi di balik awan,
tiba-tiba layang-layang itu tak terlihat lagi
sering bangku taman itu menatap langit
berharap layang-layang itu muncul
hari berganti hari, tapi layang-layang itu tidak muncul

dia masih berharap agar layang-layang itu muncul lagi
hingga suatu ketika, layang-layang itu sungguh muncul
ditatapnya layang-layang itu lekat-lekat
bangku taman itu sangat senang bisa menatapnya lagi

tiba-tiba angin berhembus makin kencang
layang-layang itu menjauh, mendekati mentari
layang-layang itu terlihat suram, tidak ada senyuman
dan perlahan makin jauh ke balik atap dan pohon

bangku taman itu terdiam, hatinya berdebar-debar
hingga layang-layang itu tak terlihat lagi
menghilang di balik pohon dan atap rumah

tahulah dia, layang-layang itu sudah pergi bersama angin
layang-layang itu tak kan kembali lagi
terpekur sedih, bangku taman itu menatap dirinya
dari genangan air hujan..
maka tersadarlah dia, bahwa dia adalah bangku taman
dan kesanalah dia akan melewati hari-harinya
menjadi tempat bagi pengunjung taman itu untuk melepas lelah..

(dan semoga layang-layang itu, bisa menjadi layang-layang lagi)

bangku taman dan layang-layang (1)

dia adalah bangku taman di sebuah kompleks perumahan
entah kenapa, meski ada beberapa bangku di taman itu,
dia selalu jadi pilihan pengunjung taman itu
entah karena bila duduk disitu bisa puas menatap senja
atau karena letaknya di dekat pohon rindang
yang bikin betah orang berlama-lama duduk di situ
karena udaaranya terasa sejuk

hampir tiap waktu, dia tidak pernah sendiri,
selalu ada orang silih berganti duduk disitu,
sekedar melepas lelah atau sebagai tempat
untuk bercengkrama dengan teman atau saudara
kadang yang duduk disitu hanya membisu
sibuk dengan pikirannya sendiri
kadang ada wajah muram,
kadang ada senyum penuh harapan dan kenangan,
kadang ada canda dan gelak tawa,
kadang juga ada tangisan atau
hanya desahan nafas berat karena tekanan hidup

kadang ada yang duduk sendiri,
ada yang bersama-sama krn bangku itu muat 3 orang
kadang ada yg sekedar duduk,
ada yang menghabiskan waktu dengan bacaannya,
ada yg bercengkrama membawa snack dan minuman ringan

jarang sekali bangku itu sendirian
tapi yang pasti selalu ada waktu buat dia untuk beristirahat
menghabiskan waktu sendirian

kadang dia merasa iri hati bila mereka bercengkrama
kadang dia merasa bangga
karena selalu bisa memberi tempat bagi pengunjung taman itu
tapi kadang dia merasa jenuh
karena hampir tak punya waktu sendiri
kadang dia merasa marah
karena mereka meninggalkan sampah disitu

beberapa hari itu, banyak sekali yang duduk di situ
meski malam telah datang, entah mengapa
masih saja ada orang yang duduk disitu
ternyata hari-hari seperti itu tiba-tiba tidak berhenti
tiap siang dan malam, selalu saja ada yg duduk disitu
kadang hanya waktu embun mulai menetes,
mereka baru pergi dari situ

bangku itu tiba-tiba merasa sangat lelah,
dia mau marah tapi bagaimana caranya
dia hanya bangku tidak bisa lari atau berteriak
mau menangis, tapi tidak punya airmata
akhirnya dia hanya bisa diam, terpekur sayu

(bersambung)