bangku taman dan layang-layang (2)
suatu hari, saat menatap langit
ada layang-layang diatas sana
layang-layang itu sebenarnya biasa-biasa saja
warnanya merah jingga
hampir setiap siang, layang-layang itu ada di sana
bangku taman itu sering menatapnya
sinar mentari memantulkan cahaya dari layang-layang itu
seolah tersenyum menatapnya,
dan dia pun membalasnya dengan senyuman
akhirnya hampir tiap hari dia menanti-nanti
saat layang-layang itu ada di langit sana
tak jemu-jemu dia menatap layang-layang itu
warna merah jingganya menurutnya sungguh menawan
kadang dia berkhayal membayangkan tempat-tempat
dimana layang-layang itu terlihat
seolah dia bisa berkunjung ke sana
layang-layang itu telah membuatnya lupa akan penatnya
lupa akan dirinya, sebuah bangku di taman
waktu itu musim hujan hampir tiba,
mentari mulai sering bersembunyi di balik awan,
tiba-tiba layang-layang itu tak terlihat lagi
sering bangku taman itu menatap langit
berharap layang-layang itu muncul
hari berganti hari, tapi layang-layang itu tidak muncul
dia masih berharap agar layang-layang itu muncul lagi
hingga suatu ketika, layang-layang itu sungguh muncul
ditatapnya layang-layang itu lekat-lekat
bangku taman itu sangat senang bisa menatapnya lagi
tiba-tiba angin berhembus makin kencang
layang-layang itu menjauh, mendekati mentari
layang-layang itu terlihat suram, tidak ada senyuman
dan perlahan makin jauh ke balik atap dan pohon
bangku taman itu terdiam, hatinya berdebar-debar
hingga layang-layang itu tak terlihat lagi
menghilang di balik pohon dan atap rumah
tahulah dia, layang-layang itu sudah pergi bersama angin
layang-layang itu tak kan kembali lagi
terpekur sedih, bangku taman itu menatap dirinya
dari genangan air hujan..
maka tersadarlah dia, bahwa dia adalah bangku taman
dan kesanalah dia akan melewati hari-harinya
menjadi tempat bagi pengunjung taman itu untuk melepas lelah..
(dan semoga layang-layang itu, bisa menjadi layang-layang lagi)