Archive for October, 2006


strong & healthy

i have a cousin, his name is cliff
my aunty (his mother) describe him as follows
He is so athletic was World Champion in Kali Stick Fighting,
strong mountain and bike rider,
averages 100+ miles a week,
snow boarder, fantastic martial artist
who has won so many matches

2 years ago he was diagnosed with Lymphoma Cancer
and since ever then, He has had extensive Chemotherapy
and radiation Treatments at Princeton University hospital
and 6 weeks more intensive new Experimental Drug Therapy 

the first few month i heard about this
i feel so sad about him
when people think about cancer
they will think about life would very short
and there’s no hope, no real medication
cure for cancer is about lucky
some medication may cure one,
but may not suitable for others
it’s kinda genetic matters

i ever give him suggestion
about alternative medication
but he gently refused it
he is committed to Johns Hopkins Hospital
and to do anything else at this late date
would be detrimental to his life.
he is in their program
JHH is still the #1 for the last 16 years in Cancer treatment
to do otherwise would be not a wise thing to do

my thought..
my cousind is.. (sorry) crazy
he’s been in their treatment,
although he’s getting worse,
still he’s committed to them
but later on.. i understand him
in his blog’s description, he write this
Since Jan. 2004, my life has centered around battling lymphoma,
an aggressive blood cancer

in his blog and letter,
he seems very strong man
he’s not complaing about chemotheraphy side’s effect
just feel nausea, but from his picture,
people can’t see that he’s suffering from
Lymphoma Cancer, an aggressive blood cancer

since he was very athlettic,
his body very strong,
he can be worthful to give contribution
in discovering new cancer medication
even he’s life is getting short,
he proves that his life is meaningful for others
battling cancer now become his profession :)

that’s two new thought for me,
another profession and the importance
to have strong and health body :)
(which’s i always underrate it
for i thought, mind is important than body)

and i just realized
that i am so naive..

Pengatur gula darah

Pagi-pagi mau berangkat kerja kena diare,
tau waktu abis terbuang di kamar mandi
dan mengingat kegagalan kejar tenggat kemarin,
buru-buru bersiap dan segera berangkat,
pintu kost sudah akan kukunci, tiba-tiba…
ibu kost muncul dari pintu sebelah,
meski sudah kujawab bahwa aku terburu-buru,
beliau mohon aku tinggal sebentar untuk menemani,
karena pembantu dan bapak kost sedang keluar,
dan beliau merasa takut sendiri karena gula darahnya sedang drop
mengingat tidak akan tahu kapan keduanya akan kembali,
bergegas aku pergi ke rumah induk menyusulnya

sebelum tiba di ruang tamu, telepon berdering,
salah seorang anak ibu kost menanyakan kondisinya,
dia mengingatkan untuk membuatkan teh hangat
dengan 2 sendok makan teh untuk memulihkan kadar gulanya,
dan mengingatkan beliau apabila perlu menggunakan oksigen
(ibu kost usianya sekitar 65an dan punya sakit asma)

duduk di sebelah ibu kost, beliau terlihat panik,
gemetar, nafasnya pendek-pendek dan berkeringat dingin,
beliau bercerita kegiatannya sepanjang pagi ini,
hingga sesaat yang lalu tiba-tiba tubuhnya berkeringat dingin,
dan tangannya menjadi tremor
beliau terlihat sangat mengenali kondisi tubuhnya,
sehingga langsung menyimpulkan gula darahnya drop

aku berpikir-pikir bagaimana menenangkan beliau
yang jelas terlihat ketakutan dan panik
tapi sangat mengerti kondisi tubuhnya
akhirnya kubiarkan beliau berkata-kata
beliau bilang semestinya mau mengukur kadar gula darahnya
beliau punya alatnya, tapi nggak yakin ingat caranya
karena baru sekali dipakai yaitu saat diajari

lalu beliau berjalan mengambil alat itu
sempat aku kuatir tidak bisa membantu
karena emang belum pernah tau alat begini, apalagi menggunakannya
kubaca sekilas panduannya dalam bahasa inggris,
karena takut ada yang terlewat, kubaca berurutan, mulai dari teratas,
(tidak melompat-lompat seperti kebiasaanku membaca)
kalimat penting yang pertama adalah kalibrasi
kulihat perangkat yang ada beserta alat supportnya,
aduh.. aku nggak ngerti.. yang ini namanya apa, itu juga apa..
gimana cara kalibrasinya yah… harus kubaca lagi
lalu ibu bilang yang di strip aluminium itu
isinya sama seperti yang kupegang,
tapi kok lebih tipis, sangat tipis,
kupikir nggak mungkin benda yang sama persis
akhirnya aku mengerti.. yang telah ada ditanganku itu
adalah perangkat pembantu untuk kalibrasi
yang di strip aluminium itu, adalah materi test atau tempat preparatnya

nggak lama, salah seorang anak lelakinya datang,
bapak kost datang juga..
(pembantunya datang tapi langsung cabut mudik,
pikir-pikir, kok tega lihat majikannya lagi sakit,
nggak disiapkan nasi ataupun air hangat terlebih dahulu)
akhirnya aku coba sesuai instruksi, alat harus di-kalibrasi dulu,
alat siap dipakai apabila menampilkan angka
sesuai yang tercantum pada perangkat kalibrasinya
akhirnya setelah yang pertama gagal,
pengukuran sampel kedua berhasil juga,
dan ternyata kadarnya lumayan tinggi, 415mg/dl

lalu ibu bercerita kalau setiap pagi dan sore
harus menyuntikkan insulin dengan kadar tertentu
sehingga kondisi gula darahnya tetap stabil
insulin itu hargnya hampir 200ribu per ampul
tapi 1 ampul mungkin habis dalam 3 hari-an

setelah dirasa kondisi aman, ada yang menjaga,
aku pamit berangkat bekerja

aku sudah tau alat-alat seperti itu mahal sekali harganya
dulu kukira hidup itu ya biasa aja,
makan, tidur dan beraktivitas hingga tubuh ini uzur
kalau sakit ya berobat, makanan dijaga gizinya harus cukup,
pola hidup sehat, ya moga-moga hidup berjalan lurus,
tidak kena sakit aneh-aneh atau yang berat-berat,
hingga akhirnya tiba waktu beristirahat panjang
kembali ke tempat dimana kita berasal
meski tau ada alat yang dapat digunakan untuk memperpanjang hidup
tapi nggak pernah terpikir untuk menggunakannya
kata-kata "sudah waktunya" itu rasanya hal yang alamiah saja
jadi waktu sakit, ya sudah waktunya
waktu mati pun, ya sudah waktunya
tapi apabila dengan umur lebih panjang masih bisa beramal lebih,
sepertinya alat seperti itu patut dipertimbangkan untuk dipakai

kadang-kadang, masih sering merasa takjub dengan kemajuan kedokteran…
tapi kapan kita seharusnya menggunakannya?
bagaimana bila motivasi hidup seperti tadi tidak ada?
salahkah bila tidak berusaha memperpanjang umur?
benarkah bila memperpanjang umur?
i guess that’s why we need GOD, coz He knows :D