Percaya kebaikan itu masih ada
Malam Natal harusnya ke gereja,
Tapi berhubung nggak tega ninggal-in karyawan2 baru jaga,
nggak ada temen bareng ke gereja dan ribet bawa tas kerja
akhirnya pulang by taxi dan bertekad bulat, cepet2 tidur
biar besok pagi bisa ikut misa
Di taxi, sopirnya ramah banget, seorang bapak berumur 45-50an
Cerita mulai soal tadi dia abis antar orang ke mana
Terus kebiasaannya mangkal di gereja2
Nyerempet soal bom bali sampe’ soal politik
(kebetulan kita sepaham,ogah golput dan pro partai democrat)
Sampai pada akhirnya cerita yg paling berkesan
Menyoal kekecewaannya mereferensikan
Beberapa anak muda utk bisa jadi sopir di armadanya
Tapi belum genap 3 bulan udah kabur membawa uang setoran
Hebatnya, 5 orang anak muda yg dia ceritakan itu
Semua tadinya dia kenal baik-baik
Semua lolos tes dan interview
Tetapi semuanya berlaku sama, kabur dg. uang setoran
Malah bensinnya diambil pula
Sejak tragedy yg ke-5, sang bapak yg kecewa berat
Hingga satu ketika ada yg menitipkan lamaran padanya
Atas dukungan rekan2nya, langsung merobek2 surat lamaran tsb
Dan saking kesalnya, dibakar pula rame2
Setiap org yg titip itu nanya, dia berbohong
Bilang enggak tau nasib surat lamarannya
Dan semua itu keputusan management
Terus terang kejadian kaburnya karyawan baru begini
Sepertinya sudah banyak terjadi dan dialami banyak perusahaan akhir2 ini
Dan juga saya alami sendiri
Ada yg salah pada generasi ini, sehingga mereka
Dg entengnya kabur, tanpa menghargai jerih payah org2
yg telah berupaya merekomendasikan mereka
sehingga bisa dengan mudah beroleh pekerjaan
Seolah2 mereka nggak sungguh2 butuh pekerjaan
Nggak butuh mandiri, bisa cari makan sendiri
Yg dipikirkan hanyalah dirinya sendiri
Mencari kenyamanan, kepuasan, kebebasan
sesuai criteria/definisinya pribadi
Padahal semestinya mereka bisa selesaikan semua dg baik2
Menyampaikan ketidaksepakatannya
Bersama2 mencari jalan keluarnya
Ataupun bertahan utk mempertanggungjawabkan keputusannya
Terlepas dari bagaimana bisa sebuah generasi berperilaku serupa
Tapi tindakan pak sopir yg merobek2 dan membakar surat lamaran org lain
juga patut menjadi keprihatinan kita
Seharusnya sebagai org tua, tidak gampang emosi
Bisa memberikan contoh penyelesaian masalah yg baik
Seandainya sang bapak keberatan menghantarkan lamaran
Setidaknya dia bisa tunjukkan prosedur yg benar
Bukannya berputus asa, gelap mata menilai org lain seburuk oknum2 lain
Sungguh sayang, apabila ternyata yg titip lamaran kali ini
Adalah org yg sungguh2 baik, niat kerja dan bertanggung jawab
Lagi pula, seharusnya sang bapak tidak perlu kecewa berat
Menimpakan rasa malu dan marah hanya pada dirinya sendiri
Krn ada lembaga HRD dr persh. yg turut bertanggungjawab
Atas kualitas karyawan2 baru
Saya kira, meski malam itu nggak jadi ke misa Natal
Tapi Tuhan hadir lewat pak sopir menyampaikan pesan NatalNya kepada saya
Agar supaya kita tidak terpaku pada masa lalu
Tetap mau menumbuhkan harapan akan kebaikan pada org lain
Melepaskan rasa marah dan kecewa
Dan tetap percaya, tidak semua org berperilaku
seburuk pengalaman yg pernah kita terima/jalani
Masih ada orang baik, masih ada kita yg tau
bagaimana cara menghargai org lain
Yg bisa membantu membuka mata, membimbing agar bisa jadi org baik
“…
Follow your dreams
Be yourself, an angel of kindness
There’s nothing that you can not do
I believe, I believe, I believe… In you
…”
December 26th, 2008 at 9:25 pm
that’s very sweet, mbak
thanks for the reminder of still believing
anyway, wish you a merry x-mas and hope you all the best.