Archive for January, 2009


Movie Review : I Know Who killed Me

Abis makan malem, ngobrol2 CITO (City of Tommorrow)
akhirnya bertiga bersama para ’sparing partner’ saya
(satu dari jkt, satu dari sby juga)
kita memutuskan untuk nonton..

Awalnya sih pengen filmnya yg simple menghibur,
seperti Bedtime Story or Escape to Africa
tapi ternyata salah satu dah pernah nonton film2 pilihan tersebut,
teman dr jkt sempat usul nonton film horor
spontan dengan serunya, langsung saya tolak
krn kami berdua yg sama2 dari sby ini
nggak demen nonton film2 horor,
sederhana dan jujurnya, kita penakut :p
langsung aja temen dr jkt tertawa terbahak2..
well, mau ditertawai or diledek seperti apa pun,
untuk soal anti film horor ini,
saya mah cuek abis, yg penting
ntar pulang rumah, tidur di kamar sendirian
dalam kegelapan, tetap bisa bernafas teratur
mimpi indah dan esok pagi bangun
dengan segar dan semangat baru :D
Back to the topic..
Akhirnya we decided nonton I know Who killed me
Meski dari posternya sudah keliatan serem buat temen sby
tapi krn saya udah sempat baca resensinya di majalah
saya tegaskan ke dia kalo ini bukan horor
cuman film sejenis thriller
menegangkan, tapi masih masuk akal
dan tetap bisa bikin tidur nyenyak dlm gelap :D
Adegan awalnya artisnya menari striptease pake kostum merah
kesannya pertama sih, ini film murahan model BF :) tapi pas cerita mulai mengalir, mulai seru..
permainan warna biru mendominasi sepanjang film
persis seperti nuansa posternya, biru dan hitam
seolah2 sinar biru menyeruak di kegelapan
dan seterusnya detail2 berwarna biru menjadi perhatian
mulai dari sarung tangan latex dokter dan pembunuh yg berwarna biru
piala biru, kamar biru, apalagi yah..
banyak deh yg serba biru..

Tokoh utamanya mengalami amputasi2 yg cukup mengerikan
di awal cerita cukup membingungkan
apakah tokohnya hanya seorang, yakni pelajar yg diculik
sedang yg lainnya hanya khayalan
ataukah justru tokohnya sang penari striptease
sedang tokoh khayalanannya adalah sang pelajar

Makin ke jauh cerita mengalir,
makin membingungkan dan ketika ada adegan semacam ilusi
dimana sang tokoh mendapat penglihatan2
tentang hutan, burung hantu dan sungai di kaca almari pakaiannya,
saya tiba-tiba meragukan ketegasan awal yg telah saya berikan
bahwa ini adalah film thriller bukan film horor !!
(aihhh.. cuma dari majalah aja jadi sok tau banget..:p)

Syukurlah.. di akhir film akhirnya bisa ditegaskan
bahwa ini bener2 film thriller, bukan horor :p
Hanya saja penonton nggak bener2 bisa puas mengikuti ceritanya
karena ternyata fokus cerita sepertinya bergeser
bukan tentang penyiksaan yg dilakukan oleh penculik
ataupun latar belakang yg memicu perilaku penculiknya
tapi ke hubungan antar tokoh
yang ternyata semuanya tokoh nyata
nggak ada tokoh khayalan..
Dan tokoh2 dalam film ini, serba mengambang
nggak terlihat tegas karakter masing2
nggak tau memang dari scriptnya sudah begitu
atau dari akting pemain2nya yg tanggung

Terlepas dari semua itu,
buat kami bertiga, film ini lumayan menghibur kok :) At least, bisa buat bahan cela-celaan diri sendiri
mulai dari soal nggak suka film horor,
sampai keraguan yg muncul tentang jenis film ini (thriller or horor) :p

Andaikan 1 permohonan bisa dikabulkan…

Seorang sahabat membeli sebuah buku berjudul IF
sebuah buku yg isinya tentang berandai-andai
menempatkan pembaca pada sebuah situasi yg belum pernah dijalani
sekaligus mengajak pembaca untuk memikirkan
bila situasi tersebut menawarkan
kemungkinan atau pilihan hidup

Pengandaian yg pertama adalah
If you were granted with one wish,
what will you wish for?

Di tengah keyakinan diri yg seolah melambung
krn telah menjalani hidup yg diangankan
Di tengah kesibukan aktivitas sehari2 yg padat
Di tengah penuhnya benak dg beragam hal
Tiba-tiba sebuah pertanyaan absurd diajukan
dan menyadarkan diri tidak mampu menjawab..

Tiba-tiba teringat pada film Bruce Almighty
ketika mejelang akhir cerita
Bruce ketemu Tuhan dan ditanya hal yg sama
Harapan Bruce adalah kedamaian di bumi,
tidak ada kesusahan dan penyakit di bumi
Sang Khalik menjawab,
itu permohonan bilamana Bruce ingin
menjadi seorang Miss Universe
Dia meyarankan agar Bruce menjawab dengan hati
dan Bruce menjawab.. dia ingin
kekasih yg sangat dicintainya beroleh kebahagiaan
dan kekasihnya itu, tak pernah lagi
melewatkan malam2 dengan tangis pedih
krn mengetahui kekasihnya selalu berduka
adalah hal yg sangat menghancurkan hatinya..
sebuah permohonan yg dia pikir permohonan egois
karena berasal dari keinginan pribadi
dan tidak akan berkenan pada Sang Khalik
Akan tetapi Sang Khalik langsung menjawab
baiklah, Aku akan mengabulkan permohonanmu..

Dan ternyata itulah permohonan yg sesungguhnya..
Permohonan pada Sang Khalik seharusnya
adalah tentang sesuatu diluar kuasa manusia
sesuatu yg menunjukkan betapa manusia tak mampu
mewujudkannya tanpa dukungan Sang Khalik
sesuatu yg menunjukkan totalitas
penyerahan diri kepada Sang Khalik
dan sekaligus pengakuan pada besarnya kuasaNYA

Sebuah permohonan bisa berupa kesempatan
mengubah masa lalu yg mengecewakan
ataupun sebuah kesempatan beroleh
peluang di masa depan..
akankah seindah yg kita bayangkan?
akankah org lain juga melihatnya demikian?
akankah jalan hidup kita menjadi indah juga karenanya?
akankah berakibat mengubah hal2 lainnya?

mohon hal kecil atau hal besar?
masih sempatkah memohon petunjuk Tuhan
supaya tidak salah memohon?
salahkan masih minta petunjukNya dulu?
apakah nanti kita malah menjadi manja dan tidak bersyukur
karena memohon hal yg sebenarnya masih dalam kuasa manusia?
atau malah jadi sombong krn menganggap diri sendiri sangat berkuasa
sehingga tidak butuh keajaiban??

seharusnya mohon apa??